Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juli 2017

Gimana Kabar Program DP 0%, Kabarnya untuk Yang Gajinya 7 - 10 Juta Perbulan

Meskipun saat ini banyak sekali kasus dan berita berita seperti Pansus kPK dan korupsi e-ktp, saya lebih tertarik kepada realisasi dari program Gubernur terpilih dKI Jakarta yaitu dP 0% untuk program rumah rakyat.

Dukung Ahok bilang bahwa tidak mungkin bisa mewujudkan DP 0% untuk rumah rakyat, karena memang secara perhitungan hal itu tidak memungkinkan. Tapi itu saja bahwa program ini sangat menarik dan sangat disukai oleh para warga di Jakarta khususnya yang belum memiliki rumah tinggal permanen.

Gimana Kabar Program DP 0%, Kabarnya untuk Yang Gajinya 7 - 10 Juta Perbulan

Kemudian menurut berita yang saya baca dari detikfinance, bahwa program DP 0% ini atau no rupiah ini hanya berlaku untuk orang yang memiliki penghasilan antara 7 sampai 10 juta perbulan dan harus lah berpenghasilan tetap. Berpenghasilan tetap disini dengan gaji 7jt-10jt bisa dikatakan ini adalah karyawan tetap. Sumber

Artinya program ini tidak menyasar semua lapisan masyarakat di Jakarta. Padahal ketika kampanye dulu mereka sangat berpihak kepada warga miskin di Jakarta. Selain itu juga, mereka yang memiliki pendapatan rp7.000.000 10 juta Rupiah per bulan harus memiliki tabungan. Artinya dia harus memiliki uang yang ditabung perbulannya. Mungkin pernyataan ini berarti bahwa orang tersebut bukanlah orang yang boros dan konsumtif. Jika gajinya tetap Rp7.000.000 tetapi dia menghabiskan rp5.000.000 maka hal itu sama saja Dia tidak memiliki tabungan

Untuk itu program DP 0% program rumah untuk rakyat di Jakarta memiliki banyak persyaratan. Dan menurut saya ini bukanlah solusi. Memang uang sebanyak rp7.000.000 sampai 10 juta rupiah itu di Jakarta bukanlah uang yang banyak. Dan menurut berita UMR di Jakarta itu sekitar 3 juta. Artinya bahwa orang yang akan mendapatkan program DP 0% ini harus memiliki gaji tiga kali lipat UMR di Jakarta.

Dan Kalau saya bilang bahwa orang golongan seperti ini termasuk menengah ke bawah. Dan seharusnya program Gubernur terpilih ini lebih memikirkan kepada golongan bawah yang hidup mereka sangat menderita di Jakarta.

Daripada memikirkan rakyat golongan menengah kebawah, saya lebih menyukai solusi dari Ahok yang membuat rusun untuk golongan rakyat bawah dengan sewa sekitar Rp300.000. Meskipun solusi ini tidak memberikan rumah kepada rakyat tetapi mereka mendapatkan perlindungan dari panas dan hujan meskipun itu hanya menyewa Rusun.

Kesimpulan 


Benar seperti apa yang dikatakan oleh Ahok bahwa program DP 0% hampir tidak mungkin untuk diwujudkan untuk semua warga di Jakarta. Properti di Jakarta sangat mahal dan untuk hidup layak di Jakarta membutuhkan uang yang sangat banyak.

DP 0% hanya berlaku dengan syarat dan kondisi tertentu. Tetapi kita harus menagih janji dari gubernur terpilih Anies sandi untuk mewujudkan Jakarta lebih sejahtera dan layak untuk ditempati.